Karya Prof. Steenbrink ini menjadi salah satu ikhtiar penelusuran dan penjelasan-dari-dalam dengan memanfaatkan dokumen-dokumen yang kebanyakan ditulis oleh orang Barat, dan yang diintepretasikan seturut kaidah ilmu sejarah yang dapat diverifikasikan. Dengan demikian, opus magnum Prof. Steenbrink ini menyumbangkan pengenalan akan jati diri orang-orang Katolik di masa lampau, yang daripadanya si…
Pantat Bangsaku adalah buku politik 'nyikologis' pertama yang saya temukan dan saya baca. Bahasa yang berani dan apa adanya membuat saya tidak bisa berhenti membaca buku tersebut dan dibuat takjub olehnya. Menurut saya buku yang ditulis oleh Islah Gusmian ini adalah buku yang 'berani' dan memang ada bagian yang menurut saya 'membahayakan'
Buku Rendra: Karya dan Dunianya karya Dr. Bakdi Soemanto ini merupakan satu usaha guna memahami Rendra dan karyanya. Di dalamnya dibahas karya Rendra secara menyeluruh: drama/teater, sajak, dan cerpennya. Di samping itu, dibicarakan pula latar kehidupan dan jagat kreativitas Rendra. Buku ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin memahami Rendra dan karyanya. Menurut Bakdi Soemanto, “Seb…
Ternyata kekhawatiran tentang ekonomi yang "menjajah" bangsa sudah diperkirakan Tan Malaka, sehingga buku ini tercipta. Pada masa buku ini dibuat, Indoneisa dalam keadaan membangun bangsa. Perbaikan, pembangunan dalam berbagai sektor, terutama segi ekonomi dan politik, diganyangkan ke seluruh Indonesia. Namun, agresi militer Belanda menghambat semua itu dengan tujuan merebut kembali Indonesia s…
Dalam buku “Aku Eks Tapol” memang dikisahkan pengalaman masa kecil Hersri dan kegiatannya di Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Organisasi ini didirikan 17-8-1950 untuk mengimbangi Sticusa yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia-Belanda seusai KMB (Konferensi Meja Bundar). Lekra melakukan kegiatan turba (turun ke bawah), artinya penggiat kesenian itu turun ke desa untuk melakukan “sama ke…
Indonesian poetry, like the country and also the language, is basically a product of this century. Only in the twentieth century have the people of this vast archipelago begun to achieve a unified cultural identity and national spirit; only since 1928 has the possibility, and by now the reality, of a common language been realized; and only since World War II have Indonesians achieved nationhood…
The Manggarai people of eastern Indonesia believe their land can talk, that its appetite demands sacrificial ritual, and that its energy can kill as well as nurture. They tell their children to avoid certain streams and fields and view unusual environmental events as omens of misfortune. Yet, far from being preoccupied with the dangers of this animate landscape, Manggarai people strive to make …