Melalui kumpulan puisi pertamanya ini Dewi Nova membentang 47 buah puisi peta kekerasan terhadap perempuan yang terjadi tempat di Indonesia malah menerobos keluar negara seperti Bangkok dan Chengmai di Thailand dan Burma serta Sarawak di Malaysia. Pemetaan yang puitis ini dirakam dan dirangkum di sela-sela tugasnya sebagai aktivis kemanusiaan yang berpindah-pindah. Puisi-puisi bukan hanya puti…
“Aku tak tahu, bagaimana sebuah puisi disebut baik atau buruk. Bagus atau jelek. Aku tak tahu apa batas-batasnya. Aku juga tak terlalu peduli apakah aku mengerti isi sebuah puisi. Yang aku tahu, aku suka puisi ini. Dan tak suka puisi itu. Aku hanya membaca puisi, lalu membiarkan diriku terserap begitu saja. Dan, begitu saja pula aku menyukainya atau tidak.” “Sayangnya, kau selalu ingin…
Antologi puisi yang diambil dari berbagai sumber di berbagai negara seperti Cina, India, Pakistan, Bangladesh, dan Amerika. Masa waktu yang dirangkum mulai dari zaman Shih King di Tiongkok sampai ke masa Light Verse di Amerika. Dalam terjemahan, puisi dapat kehilangan unsur musikalitasnya, emosinya dan nilai iramanya; namun tema, ide dan bentuk fisiknya masih mungkin dipertahankan.
Seratus puisi penyair Taufiq Ismail yang terdiri dari tiga bagian yaitu Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia 46 puisi ditulis antara Mei - Oktober 1998, Kembalikan Indonesia Padaku 44 puisi ditulis antara 1966 - 1997 dan Sejarum Peniti, Sepunggung Gunung 10 puisi ditulis antara 1986 - 1995.
100 Puisi yang merupakan nominator peraih penghargaan Anugerah Sastra Pena Kencana tahun 2008 yang merupakan puisi-puisi yang dimuat di surat kabar terpilih, yang dianggap mewakili pemuatan karya sastra dari seluruh Indonesia, pada periode 1 November 2006 hingga 31 Oktober 2007. Juri: 1. Sapardi Djoko Damono 2. Budi Darma 3. Apsanti Djokosujatno 4. Ahmad Tohari 5. Sitok Srengenge 6. Jo…