Tanpa terasa telah dua dasa warsa lebih kita mengalami era pembangunan. Telah terjadi banyak perubahan baik pada pranata budaya fisik maupun pada tataran nilai-nilai. Cobalah bayangkan kembali misalnya sebagai bagaimana keadaan kota Jakarta pada tahun 1969, dan ingatlah kembali betapa sederhana kehidupan di desa pada kurun yang sama. Kesemuanya itu menunjukkkan bahwa kita sudah jauh berbeda. J…
Kebijakan pembangunan ekonomi negara-negara berkembang telah merubah secara drastis sejak tahun 1980an. Hampir semua negara berkembang menggeser kebijakan-kebijakan ekonomi merreka ke arah liberalisasi yang lebih besar dan kepercayaan yang lebih besar pada mekanisme pasar melalui serangkaian reformasi ekonomi berorientasi pasar. Berbagai reformasi kebijakan tersebut nyaris mengganti secara k…
Keadaan dunia dewasa ini ditandai dengan kemajuan dan perubahan yang amat cepat sehingga membuat analisa perhitungan strategis mengandung ketidakpastian yang cukup besar. Era pasca Perang Dingin ternyata mencuatkan masalah0masalah keamanan nasional maupun regional di berbagai tempat di dunia melebihi pada saat perang dingin masih berlangsung. Masalah-masalah keamanan yang muncul itu disebabk…
Buku ini merupakan upaya melihat dinamika televisi dan komunikasi politik, serta prediksi-prediksi yang ditulis pasca 1998 hingga belum Pilpres Tahap kedua tahun 2004. Inilah era komunikasi politik di tengah masa transisi, yang penuh percepatan sejarah politik, percepatan indsutri budaya populer, maupun percepatan perubahan masyarakat itu sendiri.
Sepeninggal Orde Baru, 21 Mei 1998, Indonesia segera memasuki fase yang disebut dengan "liberalisasi politik awal". Inilah fase yang ditandai oleh serba ketidakpastian dan karenanya dinamai secara teoritis oleh O’Donnell dan Schimitter –dalam bukunya Transisi Menuju Demokrasi: Rangkaian Kemungkinan dan Ketidakpastian-- kurang lebih sebagai fase "transisi dari otoritarianisme entah menuju ke…
Buku ini berawal dari hasil kuliah filsafat politik yang diselenggarakan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya pada semester genap 2011. Maka buku ini bisa digunakan sebagai bahan ajar resmi mata kuliah filsafat politik, terutama filsafat politik untuk konteks Indonesia. Namun di sisi lain, buku ini tidak semata merupakan bahan ajar mata kuliah filsafat politik, tetapi juga bisa me…
“Demokrasi Minus Diskursus”. Demikian judul buku kecil ini. Sebuah judul yang mungkin tidak terlalu ‘menohok’, tapi serentak mengundang diskusi. Sejak awal, saya merasa perlu mengingatkan Anda, supaya jangan terlalu ‘membuang’ waktu untuk membayangkan ‘kerennya’ isi buku ini. Syukurlah kalau Anda tidak sampai mengerutkan dahi! Saya tak mau Anda akhirnya ‘meny…
Banyak orang menaruh pesimis dengan telaah teoritis atas politik, tatkala dikonfrontasikan dengan kenyataan kian ambruknya tatanan politik kita dewasa ini. “Percuma kita berteori tinggi mengenai politik, toh politik kita kian jauh panggang dari api dengan kepentingan umum”. Opini seperti ini, hendaknya tidak menyurutkan gelora intelektual kita untuk tetap berteori mengenai politik. Hal inil…