Text
Menuai Bencana
Air mata menetes deras
di tengah-tengah banjir bandang
yang menenggelamkan desa dan kota
Darah merah tumpah ruah
di antara reruntuhan gempa
dan lava yang merah membara
Tentu saja sudah tak berguna
Harta benda hanyut ditelan Tsunami
bahkan ratusan jiwa dihempas gelombang
dihentakkan menjadi tumpukan mayat
Bagai barang tiada berharga
Entaj, apa yang sedang terjadi di negeri ini
Bencana datang terus menggerus Bumi
menumbangkan hutan, menggelontor desa dan kota
menggedor pertahanan anak-anak jaman
yang tiap hari disuguh pesta narkoba dan minuman keras,
korupsi, pornografi, pelacuran, woman trafficking,
Pembunuhan, perampokan, dan pengrusakan lingkungan yang semakin parah...
Entah, apa yang terlintas di benak kita...
Masihkah kita menganggap ini bukan azab?
Masihkah kita menduga ini bukan bencana?
Dan dengan ringan kita berkata ini 'cuma ujian'?
Atau, sambil bergumam kita yakin ini cuma cobaan!
Tidak tersedia versi lain