Buku ini memuat cuplikan kesaksian dari banyak pelaku (atau mereka yang dinyatakan terlibat oleh pemerintah Orde Baru dan harus mendekam di penjara) maupun mereka yang nasibnya tidak berakhir di penjara dari menjadi pendukung rezim Orde Baru. Cuplikan-cuplikan itu mengingatkan kita pada buku-buku seputar G30S yang pernah kita baca sebelumnya. Apalagi buku ini juga mengutip peristiwa itu dari ca…
Satu-satunya karya non-fiksi Pramoedya semasa tahanan di Buru, bukan novel. Buku ini merupakan kumpulan catatan berisi surat-surat pribadi kepada anak-anaknya yang tak pernah terkirim, juga esai-esai, terutama sangat mencengkam adalah renungannya yang tajam merekam apa yang dialami sebagai pribadi, sebagai suami dan ayah, sebagai pengarang dan tahanan politik rezim militerisme.
Buku ini menelusuri berbagai variabel sosial, yakni konteks struktural dan konteks kultural, yang turut menentukan terjadinya pembantaian massal di Jombang Kediri pada periode 1965-1966, terutama dengan menfokuskan pada aras lapisan masyarakat bawah. Misalnya dengan melihat berbagai konflik sosial antara berbagai elemen masyarakat yang terjadi pra-Gestapu (G-30-S/PKI). Untuk kasus yang secara k…
Ternyata kekhawatiran tentang ekonomi yang "menjajah" bangsa sudah diperkirakan Tan Malaka, sehingga buku ini tercipta. Pada masa buku ini dibuat, Indoneisa dalam keadaan membangun bangsa. Perbaikan, pembangunan dalam berbagai sektor, terutama segi ekonomi dan politik, diganyangkan ke seluruh Indonesia. Namun, agresi militer Belanda menghambat semua itu dengan tujuan merebut kembali Indonesia s…
Selama 13 tahun, Tan dipenjara sambil disiksa secara buas dan sadis. Buku ini mengisahkan hidupnya sebagai eks yang mengalami segala macam penghinaan, diskriminasi, ancaman dan pemerasan.
Between the fifteenth and the mid-seventeenth centuries, when the Renaissance and early capitalism were transforming Europe, changes no less dramatic were occurring in Southeast Asia. This diverse tropical region was integrated into a global trade system, while trade-based cities came to dominate its affairs. Its states became more centralized and absolutist, and its people adopted scriptural f…
Sejarah resmi menitahkan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah dalang peristiwa penculikan dan pembunuhan 7 jenderal pada subuh buta 30 September 1965. Bernaung di bawah nama Dewan Jenderal, partai ini melakukan upaya untuk menjatuhkan dan sekaligus merebut pemerintahan. Para Perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI), terutama dari sayap Angkatan Darat (AD), yang berseberangan dengan PKI d…
FOR MORE THAN THREE DECADES, Soeharto reigned as the most powerful man in Indonesia – President, father figure and infallible leader to millions. That span of the country’s history has remained largely opaque to the public, with confusion and vagaries obscuring the inner workings of his regime. In Shades of Grey: A Political Memoir of Modern Indonesia 1965-1998, longtime political insider J…