Ada anggapan bahwa agama tidak mampu menggerakkan kehidupan ekonomi, lebih-lebih ekonomi kapitalis. Ini didasarkan pada pemikiran bahwa agama dan ekonomi adalah dua ranah yang memiliki titik sentral dan tujuan berbeda. Di antara keduanya, selamanya tidak akan pernah sejalan. Weber kemudian muncul dengan Die Protestan Ethik Under Giest Des Kapitalis (Etika Protestan dan Semangat Kapitalis), sebu…
Kaum "bukan lelaki" sampai pada zaman modern ini, dipandang kurang bersuara (untuk tidak ekstrem menyebut membisu) dengan masih melekatnya mitos pernyataan masak-manak-macak atau sumur-dapur-kasur pada tubuhnya. Hal ini disebabkan oleh keberdayaan perempuan yang belum merata. Padahal, selain upaya-upaya pencegahan dan penanganan eksploitasi ketubuhan perempuan secara eksternal, dibutuhkan juga …
Dengan mengambil inti dari berbagai macam skema tentang cultural universal, maka kita dapat menganggap tujuh unsur kebudayaan sebagai cultural universals yang bisa didapatkan pada semua masyarakat di dunia meliputi sistem peralatan dan perlengkapan hidup, sistem mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, sistem religi. Unsur-unsur kebudayaan yang univer…
Buku Koentjaraningrat dan Antropologi di Indonesia ini membahas perkembangan antropologi di Indonesia dan peranan Koentjaraningrat yang amat besar dalam perkembangan itu. Setelah diangkat sebagai guru besar Antropologi di Universitas Indonesia pada tahun 1963, Prof. Dr. Koentjaraningrat menjadi tokoh pusat dalam perkembangan antropologi. Ia ditugaskan untuk mengembangkan prasarana pendidikan an…
Buku ini adalah buku jilid 1, yang nantinya dilanjutkan pada buku pengantar antropologi jilid 2. Buku dalam jilid ini secara terperinci membahas mengenai asas-asas dan ruang lingkup antropologi, makhluk manusia, kebudayaan, kepribadian, masyarakat, dinamika masyarakat dan kebudayaan, serta aneka ragam kebudayaan dan masyarakat.