Buku ini merupakan observasikritis terhadap era pemikir sosial terkemuka, klasik maupun modern. Ada 27 tokoh besar yang pemikirannya diobservasi dan disajikan dalam buku ini diantaranya Derrida, Durkheim, Faucault, Freud, Giddens, Gramsci, Habermas, Levi-Strauss, Marx, Nietzsche, Parsons, Simmel, Weber, dan Touraine. Dikaji juga tentang feminisme Amerika dan Inggris, Madzab Frankurt dan Feminis…
Banyak peristiwa-peristiwa yang membuat orang takut dan selalu waspada akan tindak terorisme. Kemunculannyapun selalu ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan yang kadang tidak rasional. Merujuk pada analisis Habermas, buku ini ingin menjelaskan arti dari tindak terorisme dan bagaimana mencari jalan keluar sebagai sebuah langkah nyata menciptakan perdamaian.
Buku ini ditulis ilmuwan Indonesia dengan analisis mendalam dan padat. Memuat pemaparan sejarah dan teori gerakan sosial. Penulis menjelaskan perkembangan gerakan sosial sesudah Perang Dunia II, dan pergeseran teoritis yang terjadi atas wacananya. Sebagai pelengkap disertakan catatan bibliografis tentang gerakan sosial yang muncul pada dekade terakhir.
Felix von Eckardt mengatakan, “Manusia menanamkan pengaruhnya lewat kata-kata.” Satu kebijaksanaan dari Mesir kuno berbunyi, “Jadikan diri Anda tuan atas Seni Bicara maka Anda akan menang.” Untuk menjalankan setiap tugas atau jabatan secara efektif, tidak hanya dituntut keterampilan dan pengetahuan yang terkualifikasi, tetapi juga keterampilan berbicara, yaitu keterampilan untuk merumus…
"Buku ini mengupas tuntas masalah Papua dari masa lalu, masa kini dan bagaimana proyeksinya di masa depan. Bisa menjadi text book sekaligus rujukan ke-Papua-an bagi siapapun”.