When he was 26, the great psychoanalyst and philosopher Erich Fromm abandoned Judaism, though he himself was descended from a long line of rabbis and the product of a devout Jewish upbringing. The title essay of this collection was first published in 1930, just four years after he made that first, decisive split. It was to point towards the future Fromm's work, presenting the view that an under…
Buku ini adalah kumpulan refleksi penulis mengenai pengalamannya akan Mimbar, Altar dan Pasar. Teman-teman bertemu dengan gugatan-gugatan serta pemahaman akan pertegangan dan pertemuan yang sakral dan yang manusiawi melalui buku ini. “Romo Kokoh menyakini bahwa menjadi seorang imam bukan pertama-tama untuk dirinya sendiri atau keluarganya, tapi untuk orang lain. Ini memang hakikat imamat. …