"Di tangannya, kata seolah mendapatkan tuah. Ungkapan verbal lumrah dalah puisi Sapardi menjelmakan sebuah 'dunia di seberang bahasa' yang enigmatik, tempat segalanya terlihat begitu bening tapi sekaligus tak tertembus, begitu akrab namun selalu tak tertangkap."
Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian. Tapi di Negeri di Ujung Tan…
Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan. Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan. Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam b…
Buku ini merupakan jilid kedua atau jiid terakhir dari seri Masalalu Selalu Aktual. Sebagaimana jilid pertama, buku ini menyajikan catatan Polycarpus Swantoro— Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas dari 1966 hingga 1989—terhadap sisi lain kehidupan seorang manusia dalam kemelut sejarah. Dimuat di harian Kompas dalam periode 1978–1989 dalam rubrik “Fokus Peristiwa Pekan Ini”. P…
Kita mudah sekali merasa terbebani masalah, dan kadang berbisik, ”Hanya Tuhan yang bisa menolong.” Lalu, kita menunggu dan menunggu pertolongan Tuhan tanpa menyadari bahwa pertolongan Tuhan sesungguhnya sangat dekat. Tuhan itu Mahabaik, Dia selalu siap memberikan pertolongan-Nya. Tuhan memberikan mukjizatnya melalui orang-orang “biasa” di sekitar kita. Kita pun mungkin menjadi perpan…
Kematian perempuan itu sama sekali tak menghentikan cintanya, sebaliknya cinta itu semakin menjadi-jadi. Setelah menjadi bangkai, tiba-tiba perempuan itu menjadi setengah dewa, dan ia semakin memujanya, la menghabiskan tiga malam penuh insomnia, di mana setelah bertahun-tahun ia menangis begitu menyedihkan dan berdoa dengan serampangan agar Tuhan mengembalikan perempuan itu ke dunia, dengan car…
“Please , sir, I want some more.”
"I suppose I might call you Dear Mr. Girl-Hater. Only that’s sort of insulting to me. Or Dear Mr. Rich-Man, but that’s insulting to you. But at least you will stay tall all your life! So I’ve decided to call you Dear Daddy-Long-Legs. I hope you won’t mind."
"If adventures will not befall a young lady in her own village, she must seek them abroad."
“Don’t ask me nothing-then I won’t have to tell no lies.”